KLASTERISASI NEGARA PENDAFTAR PATEN DI INDONESIA MENGGUNAKAN K-MEANS

Deny Novianti, Nicodias Palasara

Abstract


Dengan semakin banyaknya paten yang mendaftar dari berbagai negara di Asia Tenggara, dapat diketahui negara manakah yang paling banyak mendaftarkan paten dari tahun 2016-2018. Berdasarkan data yang ada, tidak disebutkan negara mana sajakah yang termasuk dalam pendaftaran patennya yang tertinggi ataupun terendah. Sehingga tidak dapat diketahui Negara mana saja yang berpotensi paling banyak mendaftarkan paten untuk ke depannya. Data yang digunakan untuk dikelompokkan menggunakan metode K-Means Cluster Analysis adalah database KI dengan parameternya yaitu jenis Paten, yaitu paten dan paten sederhana yang ada dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.  Tahapan dalam menggunakan metode tersebut dimulai dari penentuan titik pusat awal, perhitungan jarak antar cluster dan menentukan besarnya rasio. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh hasil India dan Singapore adalah Negara tertinggi selama tiga tahun terakhir dalam pendaftaran paten di Indonesia. Kemudian ada China, Malaysia, dan Thailand adalah Negara dengan intensitas sedang dalam pendaftaran paten di Indonesia selama tiga tahun terakhir, dan yang terakhir terdapat 18 negara yang masuk dalam kategori terendah dalam pendaftaran paten di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.


Full Text:

PDF

References


Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum & HAM R.I, “Pengenalan Paten - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.” [Online]. Available: http://www.dgip.go.id/pengenalan-paten. [Accessed: 16-Jul-2019].

Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, “PEMAHAMAN PATEN – Pusat Studi Energi,” 2012. [Online]. Available: https://pse.ugm.ac.id/389/. [Accessed: 16-Jul-2019].

I. Method, K. C. Based, S. Value, W. Interface, C. Study, and I. U. M. M. Magelang, “Penerapan Metode K-Means Untuk Clustering Mahasiswa Berdasarkan Nilai Akademik Dengan Weka Interface Studi Kasus Pada Jurusan Teknik Informatika UMM Magelang,” vol. 18, no. 1, pp. 76–82, 2015.

A. K. Wardhani, “Implementasi Algoritma K-Means untuk Pengelompokkan Penyakit Pasien pada Puskesmas Kajen Pekalongan,” J. Transform., vol. 14, no. 1, pp. 30–37, 2016.

A. Bastian et al., “No Title,” no. 1, pp. 26–32.

B. M. Metisen and H. L. Sari, “ANALISIS CLUSTERING MENGGUNAKAN METODE K-MEANS DALAM PENGELOMPOKKAN PENJUALAN PRODUK PADA SWALAYAN FADHILA,” vol. 11, no. 2, pp. 110–118, 2015.

D. Nielza Atthina, “Klasterisasi Data Kesehatan Penduduk untuk Menentukan Rentang Derajat Kesehatan Daerah dengan Metode K-Means,” Aseminar Nas. Apl. Teknol. Infromasi, vol. 1, no. Klustering, p. B-52-B-59, 2014.

M. N. Mara and N. Satyahadewi, “PENGKLASIFIKASIAN KARAKTERISTIK DENGAN METODE K-MEANS CLUSTER ANALYSIS,” vol. 02, no. 2, pp. 133–136, 2013.

A. P. Windarto, “Penerapan Datamining Pada Ekspor Buah-Buahan Menurut Negara Tujuan Menggunakan K-Means Clustering Method,” Techno.Com, vol. 16, no. 4, pp. 348–357, 2017.

J. O. Ong, “Implementasi Algotritma K-means clustering untuk menentukan strategi marketing president university,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. vol.12, no, no. juni, pp. 10–20, 2013.

F. L. Sibuea, A. Sapta, S. Informasi, and S. Royal, “PEMETAAN SISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING,” vol. IV, no. 1, 2017.

M. H. Adiya and Y. Desnelita, “Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Penerapan Algoritma K-Means Untuk Clustering Data Obat-Obatan Pada RSUD Pekanbaru,” vol. 01, pp. 17–24, 2019.

L. Maulida, “Penerapan Datamining Dalam Mengelompokkan Kunjungan Wisatawan Ke Objek Wisata Unggulan Di Prov. Dki Jakarta Dengan K-Means,” JISKA (Jurnal Inform. Sunan Kalijaga), vol. 2, no. 3, pp. 167–174, 2018.

S. Kaputama, “Clustering Pelanggaran Berkendaraan Menggunakan,” pp. 1–9.

F. Gullo, “From Patterns in Data to Knowledge Discovery : What Data Mining Can Do,” Phys. Procedia, vol. 62, pp. 18–22, 2015.




DOI: https://doi.org/10.32520/stmsi.v8i3.541

Article Metrics

Abstract view : 19 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.