EVALUASI PENGARUH TEKNOLOGI, PENGGUNA DAN ORGANISASI TERHADAP MANFAAT DARI PENERAPAN E-PROCUREMENT

I Gusti Ayu Agung Mas Aristamy, Theresia Hendrawati

Abstract


Pemerintah tengah berupaya mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan demokratis dengan cara meningkatkan dan mengoptimalkan layanan publik melalui dibentuknya E-procurement atau pengadaan barang/jasa berbasis elektronik. Tujuan dari dibentuknya E-procurement adalah untuk mewujudkan pengadaan barang/jasa pemerintah yang efektif, efisien, transparan, adil, tidak diskriminatif dan akuntabel. Namun, dalam penerapannya masih banyak kendala yang ditemukan pada penerapan E-procurement. Melihat dari banyaknya kendala yang ditemui, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem E-procurement yang mengambil studi kasus pada E-procurement milik Pemerintah Provinsi Bali. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui faktor yang menjadi pendukung serta penghambat dari penerapan sistem E-Procurement di Pemerintah Provinsi Bali. Metode evaluasi sistem yang dipilih untuk penelitian ini adalah metode HOT-Fit. Metode ini dipilih karena mencakup aspek Human (Pengguna), Organization (Instansi/Organisasi) dan Technology (Teknologi/Sistem). Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor Teknologi, Pengguna dan Organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penerapan sistem E-Procurement, sehingga pengguna sistem merasakan manfaat yang diberikan oleh adanya sistem E-Procurement. Faktor yang menjadi penghambat sejauh ini adalah masih adanya beberapa tahapan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang masih manual atau belum sepenuhnya dilaksanakan by sistem.

Full Text:

PDF

References


M. Suleiman, “Adoption of E-procurement and Value Addition: Tanzanian context,” Eur. J. Bus. Manag. www.iiste.org ISSN, vol. 7, no. 14, pp. 145–153, 2015.

R. A. Komakech, “Public Procurement in Developing Countries : Objectives , Principles and Required Professional Skills,” vol. 6, no. 8, pp. 20–29, 2016.

S. Dyah Nayabarani, “MEMBANGUN TRANSPARANSI PENGADAAN BARANG DAN JASA MELALUI PENINGKATAN PERAN ICT DALAM MEREDUKSI KORUPSI,” J. Huk. Pembang., vol. 47, no. 4, pp. 477–496, 2017.

ACCH, “TPK berdasarkan Jenis Perkara,” Anti Corruption Clearing House, 2018. [Online]. Available: https://acch.kpk.go.id/id/statistik/tindak-pidana-korupsi/tpk-berdasarkan-jenis-perkara. [Accessed: 01-Nov-2019].

Arumsari, T. P., Iswahyudi, Mucharor, and A. P., “AUDIT ATAS PELAKSANAAN LELANG SECARA ELEKTRONIK DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH,” http://www.bpkp.go.id, 2014. [Online]. Available: http://www.bpkp.go.id/investigasi/berita/read/13521/0/audit-atas-pelaksanaan-lelang-secara-elektronik-dalam-pengadaan-barang-dan-jasa-pemerintah.bpkp. [Accessed: 19-Sep-2019].

R. Eadie, G. Heaney, and J. Carlisle, “Drivers and Barriers To Public Sector E-Procurement Within Northern Ireland ’ S Construction Industry,” Drivers Barriers To Public Sect. E-Procurement Within North. Irel. ’ S Constr. Ind., vol. 12, no. September 2006, pp. 103–120, 2007.

L. A. Soetanto, “ANALISA KENDALA PELAKSANAAN E-PROCUREMENT DI KOTA SURABAYA,” 2002.

M. Nasrun Mohd Nawi, R. Deraman, J. Adewale Bamgbade, F. Zulhumadi, and S. Riazi Mehdi Riazi, “E-Procurement in Malaysian Construction Industry: Benefits and Challenges in Implementation,” Int. J. Supply Chain Manag., vol. 6, no. 1, pp. 209–213, 2017.

M. M. Yusof, J. Kuljis, A. Papazafeiropoulou, and L. K. Stergioulas, “An evaluation framework for Health Information Systems: human, organization and technology-fit factors (HOT-fit),” Int. J. Med. Inform., vol. 77, no. 6, pp. 386–398, 2008.

M. M. Yusof, R. J. Paul, and L. Stergioulas, “Health information systems evaluation: a focus on clinical decision supports system.,” Stud. Health Technol. Inform., vol. 116, pp. 855–60, 2005.

R. Hidayat, “PENERAPAN e-PROCUREMENT DALAM PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH GUNA MENDUKUNG KETAHANAN TATA PEMERINTAHAN DAERAH (Studi pada Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur),” J. Ketahanan Nas., vol. 21, no. 2, p. 118, 2015.

L. M. Erlirianto, A. H. N. Ali, and A. Herdiyanti, “The Implementation of the Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-Fit) Framework to Evaluate the Electronic Medical Record (EMR) System in a Hospital,” Procedia Comput. Sci., vol. 72, pp. 580–587, 2015.

R. Kodarisman and E. Nugroho, “Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ( SIMPEG ) di Pemerintah Kota Bogor,” Jnteti, vol. 2, no. 2, pp. 24–32, 2013.

D. Krisbiantoro, M. Suyanto, and E. Taufiqluthfi, “Evaluasi Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi dengan Pendekatan HOT FIT Model ( Studi Kasus : Perpustakaan STMIK AMIKOM Purwokerto ),” Konf. Nas. Sist. Inform., p. 6, 2015.

M. M. Yusof, “A case study evaluation of a Critical Care Information System adoption using the socio-technical and fit approach,” Int. J. Med. Inform., vol. 84, no. 7, pp. 486–499, 2015.

M. M. Yusof, R. J. Paul, and L. K. Stergioulas, “Towards a Framework for Health Information Systems Evaluation,” Proc. 39th Hawaii Int. Conf. Syst. Sci. - 2006, vol. 00, no. C, pp. 1–10, 2006.




DOI: https://doi.org/10.32520/stmsi.v9i2.667

Article Metrics

Abstract view : 148 times
PDF - 75 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.