PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI KERAMIK DENGAN METODE SAVING MATRIX (STUDI KASUS: PT. XYZ)

Ismi Ana Sulasiyah, Dani Abdul Malik, Qurrotul Aini

Abstract


ABSTRACT
Distribution is part of logistics, with a fundamental function for the company. Distribution made from a source to various destinations makes this activity quite complex because the distribution channels that are adrift with a long-distance make the number of costs incurred for shipping. This study aims to minimize the delivery distance traveled in the distribution of ceramics to more than one retail by using the saving matrix method. The saving matrix method can schedule vehicles to distribute products from the central warehouse to several shipping routes. This research was conducted using data in the form of ceramic supply at the company, retail demand data, distance data, and shipping cost of ceramics in January-December 2018 with a total of 10 (ten) customer destinations located in Tangerang-Jakarta. The saving matrix method is optimized by using the method of Farthest Insert, Nearest insert and Nearest Neighbor in determining vehicle scheduling by sorting shipments that are considered more optimal. The results of this study are obtained savings of 14.5% with a total distance that was previously 302.9 km to 258.9 km and savings in shipping costs by 15% which previously was Rp 1,756,150,000 to Rp 1,501,047,326. The use of the saving matrix method is able to improve the order of shipping routes of the company's distribution so that it reduces shipping mileage and reduces the company's operating costs in terms of product distribution.

Keywords: distribution, distance minimization, routing, saving matrix

ABSTRAK
Distribusi merupakan bagian dari logistik, dengan fungsi fundamental bagi perusahaan. Pendistribusian yang dilakukan dari suatu sumber keberbagai tempat tujuan menjadikan kegiatan ini cukup komplek, dikarenakan jalur distribusi yang terpaut dengan jarak yang panjang menjadikan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengiriman. Penelitian ini bertujuan meminimumkan jarak pengiriman yang ditempuh dalam distribusi keramik ke lebih dari satu retail dengan menggunakan metode saving matrix. Metode saving matrix dapat menjadwalkan kendaraan untuk melakukan pendistribusikan produk dari gudang central ke beberapa rute pengiriman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data berupa persediaan (supply) keramik pada perusahaan, data permintaan (demand) kebutuhan retail, data jarak dan biaya pengiriman keramik pada bulan Januari-Desember 2018 dengan total 10 (sepuluh) tujuan pelanggan yang berlokasi di Tangerang-Jakarta. Metode saving matrix dioptimalkan dengan penggunaan metode Farthest Insert, Nearest insert dan Nearest Neighbor dalam menentukan penjadwalan kendaraan dengan mengurutkan pengiriman yang dinilai lebih optimal. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya penghematan sebesar 14,5% dengan total jarak yang sebelumnya 302,9 km menjadi 258,9 km dan penghematan biaya pengiriman sebesar 15% yang sebelumnya sebesar Rp 1.756.150.000 menjadi Rp 1.501.047.326. Penggunaan metode saving matrix mampu memperbaiki urutan pengiriman rute distribusi perusahaan sehingga mengurangi jarak tempuh pengiriman dan mengurangi biaya operasional perusahaan dalam hal distribusi produk.

Kata Kunci: distribusi, minimasi jarak, routing, saving matrix


Full Text:

PDF

References


M. Muhammad, B. Bakhtiar, and M. Rahmi, “Penentuan Rute Distribusi Sirup Untuk Meminimalkan Biaya Transportasi,” Ind. Eng. J., vol. 6, no. 1, 2017.

I. N. Pujawan and E. R. Mahendrawathi, “Supply chain management Surabaya: Guna Widya,” 2010.

Y. D. Astuti and H. M. Rahayuningsih, “Pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar glukosa darah pada prediabetes.” Diponegoro University, 2013.

N. Ikfan and I. Masudin, “Saving Matrix untuk menentukan rute distribusi,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 2, no. 1, 2014.

I. Indrawati, N. Eliyati, and A. Lukowi, “Penentuan Rute Optimal pada Pengangkutan Sampah di Kota Palembang dengan Menggunakan Metode Saving Matrix,” J. Penelit. Sains, vol. 18, no. 3, pp. 105–110, 2016.

D. J. Bowersox, “Manajemen Logistik,” Jakarta Bumi Aksara, 2002.

P. Toth and D. Vigo, The vehicle routing problem. SIAM, 2002.

Y. P. Suprayogi, “Algoritma Sequential Insertion untuk Memecahkan Vehicle Routing Problem dengan Multiple Trips, Time Windows dan Simultaneous Pick Up Delivery,” J. Performa, vol. 7, no. 1, pp. 88–96, 2008.

R. Yuniarti and M. Astuti, “Penerapan Metode Saving Matrix Dalam Penjadwalan Dan Penentuan Rute Distribusi Premium Di SPBU Kota Malang,” Rekayasa Mesin, vol. 4, no. 1, pp. 17–26, 2013.

M. Battarra, “Clarke and Wright Algorithm Laboratorio di Simulazione e Ottimizzazione L.” Università di http://or. ingce. unibo. it/corsi/laboratori o-di-simulazione …, 2007.

M. Istantiningrum, “Penentuan Rute Pengiriman Dan Penjadwalan Dengan Menggunakan Metode Saving Matrix Study Kasus Pada PT. Sukanda Djaya Yogyakarta,” Progr. Stud. Tek., 2010.

R. Rahmawati, N. Matondang, and R. M. Sari, “Usulan Model dalam Menentukan Rute Distribusi untuk Meminimalkan Biaya Transportasi dengan Metode Saving Matrix di PT. Xyz,” J. Tek. Ind. USU, vol. 5, no. 2, 2014.

S. Basriati and R. Sunarya, “Optimasi distribusi Koran menggunakan metode saving matriks (studi kasus: PT. Riau Pos Intermedia),” in Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri, 2015.

J. Hutabarat, “Penentuan Jalur Distribusi pada Rantai Supply dengan Metode Saving Matriks,” in Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi VIII, 2008, p. A-1.

S. Supriyadi, K. Mawardi, and A. Nalhadi, “Minimasi Biaya Dalam Penentuan Rute Distribusi Produk Minuman Menggunakan Metode Savings Matrix,” in Prosiding Seminar Nasional Riset Terapan| SENASSET, 2017, pp. 1–8.

N. Ikfan and I. Masudin, “Penentuan Rute Transportasi Terpendek Untuk Meminimalkan Biaya Menggunakan Metode Saving Matriks,” 2013.




DOI: https://doi.org/10.32520/stmsi.v9i3.699

Article Metrics

Abstract view : 103 times
PDF - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.